Skip to main content

Ini Tips Jadi Buzzer Handal

http://images.detik.com/content/2013/06/29/1169/071108_twitter.jpg
Ilustrasi (Ist.)
Jadi buzzer gampang-gampang susah. Pekerjaannya terlihat sederhana, 'cuma' berkicau. Tapi jika tak dilakukan dengan bertanggungjawab, justru ini malah akan jadi bumerang. Ini tipsnya.

Ya, bagi sebagian orang, aktivitas buzzer mungkin masih dianggap mengganggu, karena isi timeline follower disesaki oleh kicauan pesanan iklan. Padahal jika dilihat dari sisi positif, tak seburuk itu juga.

Pengguna media sosial lain yang menjadi follower si buzzer sejatinya bisa mendapatkan informasi dari produk atau event yang coba ingin disampaikan. Namun memang, pengemasan informasi ini harus dibuat lebih menarik, agar tak dianggap nyampah alias iklan banget

Menurut Lucy Wiryono, presenter yang juga penggiat media sosial, sebelum menjalani pekerjaannya, sebaiknya si buzzer harus mengetahui pengetahuan yang cukup akan 
produk yang ingin dipromosikannya. 

Intinya, jangan cuma mengejar uang. Buzzer juga harus menunjukkan tanggung jawab mereka dengan memiliki product knowledge yang cukup. 

"Kemudian harus balance, jangan isi timeline cuma jualan terus. Brand memang memperacayakan kita sebagai informan, namun kepribadian kita juga jangan sampai hilang dengan menjadi buzzer," lanjut Lucy, dalam acara Ngopi Bareng detikINET, Jumat (28/6/2013) malam.

"Lainnya harus bertanggung jawab dan dilakukan dengan sepenuh hati," ia menandaskan.

Sementara menurut Kemas M.Fadhli, Head of Digital Media Department Telkomsel, persaingan yang semakin ketat membuat buzzer harus lebih kreatif dan eksploratif, sehingga dapat membuat konten yang lebih menarik. 

"Masalah platform bisa di mana saja. Yang penting punya konten (untuk dijual). Namun buatlah untuk menjadi menarik," tukasnya.

Dian Adi Prasetyo, blogger dan social media lover menandaskan, aktivitas buzzer harus dilakukan secara positif dan informatif. Kalau ada kritik jangan sungkan pula untuk menyampaikan ke pemilik brand. Jadi jangan cuma bermulut manis, karena kritik seharusnya bisa menjadi masukan yang positif kepada brandtersebut.

"Lainnya pede aja, termasuk soal rate card (besaran honor)," pungkas @didut, sapaan akrabnya di dunia maya.

Sumber : inet.detik.com

Comments

Popular posts from this blog

Siapakah Anonnymous ?

Pasti semua sudah pernah mendengar kata Anonymous (dibaca Anonimus ). Sebutan ini biasa digunakan oleh para pengguna internet yang tidak ingin diketahui identitas aslinya. Namun apakah makna dari Anonymous yang sebenarnya? 1.       Pengertian Anonymous Anonymous adalah Organisasi sekelompok hacker yang sangat hebat,bahkan sangat terjaga kerahasiaan organisasinya. Hacker adalah orang yang menguasai IT dan mencari kelemahan sebuah server dan memperbaikinya, jika hacker sudah melakukan kejahatan, itu dinamakan Cracker 2.       Motto Anonymous

Manfaat dan Tujuan Memiliki Blog

Setiap kita memiliki tujuan yang berbeda dalam membuat blog. Ada yang sekedar ingin membagikan pemikiran dan ide. Ada pula yang sekedar menulis kegiatan sehari-hari, menjadikan blog semacam jurnal. Ada juga untuk mencari penghasilan, dengan menjual produk, jasa, informasi, dll. Pendek kata, blog bisa kita manfaatkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan kita. Di bawah ini, saya mencoba merangkum beberapa manfaat dari memiliki blog. Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari blog, baik itu di sadari maupun tidak. Banyak orang yang telah memanfaatkan keterbukaan blog untuk berbagai keperluan. Berikut ini adalah beberapa manfaat memiliki blog : 1.    Sarana Promosi Diri Istilah kerennya personal branding. Anda yang berprofesi di bidang apapun bisa memperkuat pandangan orang tentang diri kita. Yaitu, dengan menulis di blog, tentang apa yang anda kerjakan dan menjadi keahlian Anda. Orang lain yang membaca akan lebih mengenal Anda baik secara personal maupun secara impe...

Sinopsis Film Habibie dan Ainun

Bacharuddin Jusuf Habibie yang biasa di panggil Rudy adalah seorang yang jenius yang sedang menyelesaikan kuliahnya di Jerman. Tapi Habibie tiba-tiba terserang penyakit TBC, akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ketika di Indonesia Habibie bertemu teman lamanya yaitu Hasri Ainun atau biasa di panggil Ainun. Habibie jatuh cinta pada Ainun. Akhirnya mereka menikah dan terbang ke Jerman. Dinginnya salju tak membuat Habibie putus asa dalam menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus Habibie mengirim surat ke Pemerintah Indonesia bahwa dia sudah lulus kuliah S3 dan ingin mengabdikan dirinya untuk membuat pesawat terbang. Namun Pemerintah Indonesia selalu menolaknya. Habibie sangat sedih, namun Ainun menghiburnya. Akhirnya Habibie memutuskan untuk bekerja di salah satu industri Jerman. Sedangkan Ainun yang dulu bercita-cita menjadi dokter, akhirnya ia menjadi dokter anak. Selama di Jerman Habibie dan Ainun hidup bahagia. Mereka mempunyai 2 buah hati. Ketika sedan...